Jumat, 02 Agustus 2019

Bank BNI Bersama Achmad Baiquni Lakukan Kirab Obor Asian Games

Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) Achmad Baiquni turut mengarak obor Asian Games 2018 pada etape ke-34 pada rangkaian kirab yang dilakukan di Jakarta, Sabtu (18/8/2018). Foto: BNI

Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) Achmad Baiquni turut mengarak obor Asian Games 2018 sejauh 350 meter pada etape ke-34 pada rangkaian kirab yang dilakukan di Jakarta, Sabtu (18/8/2018).

Untuk rute kirab obor yang dilakukan oleh Achmad Baiquni melewati Kantor Pusat BNI yang berada di Jalan Jendral Sudirman, Jakarta Pusat. Hal tersebut merupakan bentuk dukungan BNI sebagai Official Prestige Digital Banking Partner Asian Games 2018.

Achmad Baiquni mengatakan, tahun ini menjadi tahun yang istimewa bagi bangsa Indonesia, karena selain bertepatan dengan perayaan 73 tahun Kemerdekaan RI, sekaligus menjadi tuan rumah bagi perhelatan akbar Asian Games 2018.

"Indonesia kembali dipercaya menjadi tuan rumah setelah terakhir kali menjadi tuan rumah 56 tahun yang lalu, yaitu pada Asian Games tahun 1962," ujar Achmad Baiquni, di Jakarta, Sabtu (18/8/2018).

BNI juga secara khusus telah meluncurkan TapCash Edisi Khusus Asian Games 2018, demi menyediakan kemudahan transaksi cashless selama perhelatan berlangsung.

"Aplikasi yap, yang berbasis scanning QR Code juga menjadi sarana pembayaran cashless dan cardless di venue-venue penyelenggaraan Asian Games 2018," jelas Achmad Baiquni.

Serunya lagi, menikmati Asian Games 2018 dengan BNI adalah mudahnya memperoleh kartu BNI TapCash edisi khusus Asian Games 2018 atau uang elektronik. "Diterbitkan BNI dengan dibubuhi gambar-gambar maskot Asian Games 2018, bisa jadi koleksi," ungkap Achmad Baiquni.

Sumber: Indopos.co.id

Turnamen Indonesian Masters, BNI Undang Justin Rose Jadi Coaching Clinic




Sumber: BNI

Memiliki banyak nasabah di Indonesia, PT Bank Negara Indonesia (Persero) yang kini di pimpin oleh Achmad Baiquni nyatanya pernah mengadakan suatu turnamen golf internasional pada bulan Desember 2018.

Bahkan dalam turnamen yang bertajuk Indonesian Masters 2018 ini, Direktur Utama BNIAchmad Baiquni juga mengundang Justin Rose yang merupakan salah satu pemain golf papan atas dunia untuk memberikan coaching clinic kepada para peserta.

Tak hanya itu saja, Baiquni juga mendapat kesempatan untuk melakukan pukulan pertama dengan Justin Rose.

“Ini merupakan pengalaman yang sangat berharga bagi kami bisa berada dalam satu grup bersama Justin Rose. Justin merupakan pegolf yang memiliki segudang pengalaman serta telah banyak meraih gelar sehingga ini menjadi pengalaman terbaik buat nasabah utama BNI,” ujar Baiquni.

Dalam event penting yang digelar sebelum turnamen utama dimulai, Indonesian Masters menghelat Pro-Am BNI Indonesian Masters pada Selasa (11/12). Dimana sekitar 36 nasabah setia BNI diundang Baiquni selaku untuk mengikuti Pro-Am Indonesian Masters bersama dengan 120 pegolf profesional.

Kompetisi BNI Indonesian Masters 2018 ini merupakan keikutsertaan BNI yang ketiga kalinya. Dan dari sini juga, Baiquni selaku Dirut BNI memperkenalkan sebuah aplikasi yang dikeluarkan oleh BNI yaitu YAP!.

Aplikasi ini mensupport pembelian food & beverage. Dengan YAP! ini, pengguna juga akan dimudahkan untuk bertransaksi dengan tiga sumber dana sekaligus, Kartu BNI Debit (tabungan), Kartu Kredit BNI, dan UnikQu.   

  
Sumber: jpnn.com


Kamis, 01 Agustus 2019

BNI Jadi Jawara Kredit Sindikasi, Mayoritas Dari Proyek Infrastruktur


Berdasarkan pada Bloomberg League Table Reports Global Syndicated Loan, 4 bank besar di Tanah Air yang mendominasi penyaluran kredit sindikasi di antaranya PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk., PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., PT Bank Central Asia Tbk.

Menteri BUMN Rini M Soemarno (tengah) didampingi Direktur Utama dari Bank Negara Indonesia (BNI) Achmad Baiquni (kanan), dan Komisaris Utama Ari Kuncoro menggunting pita sebagai salah satu rangkaian peresmian Gedung Menara BNI yang juga bertepatan dengan peringatan HUT ke-73 BNI, di Jakarta, Jumat (5/7/2019).

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. tercatat di urutan nomor satu sebagai mandated lead arranger (MLA) penyalur kredit sindikasi pada paruh pertama 2019 yang di Direkturi oleh Achmad Baikuni, dengan pangsa pasar 13,09% dan volume kredit US$1.290,94 juta per Juni 2019.

Berdasarkan Bloomberg League Table Reports Global Syndicated Loan, 4 bank besar Tanah Air yang mendominasi penyaluran kredit sindikasi di antaranya PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk., PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., PT Bank Central Asia Tbk.
Keempat bank tersebut menguasai pangsa pasar sebesar 38,48% sebagai MLA sampai dengan kuartal II/2019, sementara bank milik asing menguasai pangsa pasar sebesar 22,83%.

BNI tercatat di urutan nomor satu sebagai MLA dengan pangsa pasar 13,09% dan volume kredit US$1.290,94 juta per Juni 2019.

Realisasi tersebut membuat Bank Negara Indonesia (BNI) yang menempati Achmad Baikuni sebagai Direktur melambung jauh dibandingkan dengan semester I/2018 ketika posisinya hanya tercatat di ranking 13 dengan pangsa pasar 3,15% dan volume kredit US$273,51 juta.

Wakil Direktur Utama BNI Herry Sidharta masih akan menggenjot penyaluran kredit sindikasi di semerter II/2019. Sektor yang diincar masih didominasi dari sektor infrastruktur dan sektor industri.

"Sektor yang paling banyak dibiayai BNI yang di jabat Achmad Baikuni sebagai Direktur yaitu sektor Infrastruktur atau konstruksi yang didominasi oleh jalan tol. Pada Semester II/2019 kredit sindikasi akan tumbuh mengingat BNI sendiri memiliki pipeline dengan jumlah yang meningkat," katanya kepada Bisnis, Selasa (9/7/2019).

Herry memaparkan, perseroan sudah mengincar beberapa proyek, dengan berharap dapat melakukan closing sindikasi untuk proyek smelter senilai Rp7 triliun.

Selain itu, BNI juga membidik proyek pembangkit listrik senilai Rp48 triliun, infrastruktur jalan tol Rp21,4 triliun, dan industri manufaktur senilai Rp2,38 triliun dengan total nilai sindikasi sekitar Rp79 triliun.

Sumber : www.finansial.bisnis.com